TRUSTLENS / LEARN

Playbook Intelijen Scam

Panduan ringkas untuk memakai TrustLens, membaca psikologi scam, dan mengambil keputusan lebih aman sebelum merespons.

06

Tipe scam utama

AI

Analisis perilaku

ID/EN

Dukungan bahasa

TrustLens Intelligence

Cara Menggunakan TrustLens

Alur penggunaan dibuat sederhana: masukkan bukti percakapan, biarkan AI membaca sinyal risiko, lalu gunakan rekomendasi untuk bertindak aman.

01

Unggah screenshot atau tempel percakapan

Gunakan screenshot chat dari aplikasi pesan atau masukkan teks percakapan secara langsung.

02

Biarkan TrustLens menganalisis percakapan

TrustLens mengekstrak konteks dan membaca pola bahasa yang sering muncul dalam rekayasa sosial.

03

Tinjau indikator ancaman

Lihat kategori scam, probabilitas risiko, dan alasan utama mengapa percakapan terlihat berbahaya.

04

Analisis manipulasi emosional

Pahami tekanan rasa takut, urgensi, isolasi, dan eksploitasi kepercayaan yang digunakan pelaku.

05

Ikuti rekomendasi keselamatan

Verifikasi identitas, hentikan transfer impulsif, dan simpan bukti sebelum melanjutkan respons.

TrustLens Intelligence

Peta Tipe Penipuan Modern

Kenali pola paling umum yang muncul dalam percakapan scam sehari-hari.

Romance Scam

Pelaku membangun kedekatan emosional sebelum meminta uang, hadiah, atau bantuan darurat.

Tactics

Love bombing, janji masa depan, cerita sakit atau perjalanan tertahan.

Warning signs

Hubungan bergerak terlalu cepat, menghindari video call, meminta transfer bertahap.

Psychology

Keterikatan, rasa kasihan, dan rasa bersalah.

Marketplace Scam

Penipuan jual-beli dengan bukti transfer palsu, link escrow palsu, atau tekanan transaksi cepat.

Tactics

Diskon ekstrem, chat dipindahkan ke luar platform, klaim pembayaran tertahan.

Warning signs

Akun baru, bukti pembayaran janggal, meminta OTP atau biaya tambahan.

Psychology

FOMO, kelangkaan palsu, dan tekanan waktu.

Investment Scam

Skema investasi palsu yang menjanjikan cuan besar dengan risiko kecil atau tanpa risiko.

Tactics

Testimoni palsu, dashboard profit rekayasa, ajakan top-up untuk mencairkan dana.

Warning signs

Return tidak realistis, tidak ada izin jelas, menolak audit atau penarikan dana.

Psychology

Keserakahan, FOMO, dan validasi sosial palsu.

Phishing

Korban diarahkan ke situs atau formulir palsu untuk mencuri password, OTP, atau data kartu.

Tactics

Domain mirip, pesan akun terblokir, link verifikasi mendesak.

Warning signs

URL aneh, grammar buruk, meminta kredensial sensitif.

Psychology

Ketakutan kehilangan akses dan rasa wajib patuh.

Fake Emergency Scam

Pelaku menyamar sedang berada dalam kondisi krisis agar korban mengirim uang tanpa berpikir panjang.

Tactics

Cerita rumah sakit, kecelakaan, nomor baru keluarga, larangan memberi tahu orang lain.

Warning signs

Permintaan rahasia, transfer sangat cepat, menolak panggilan atau verifikasi ulang.

Psychology

Panik, rasa bersalah, dan isolasi korban.

Impersonation Scam

Pelaku meniru teman, keluarga, brand, kurir, bank, atau instansi resmi untuk mendapatkan kepercayaan.

Tactics

Menggunakan logo, nama jabatan, nomor baru, atau gaya otoritatif.

Warning signs

Nada tidak konsisten, identitas sulit diverifikasi, meminta uang atau data sensitif.

Psychology

Otoritas palsu dan eksploitasi hubungan tepercaya.

TrustLens Intelligence

Panduan Manipulasi Psikologis

Banyak scam berhasil bukan karena teknologinya canggih, tetapi karena pelaku memahami cara menekan emosi manusia.

Urgency Manipulation

Pelaku menciptakan batas waktu palsu agar korban tidak sempat membandingkan fakta atau bertanya kepada orang lain.

Emotional Coercion

Rasa cinta, empati, malu, atau bersalah dipakai untuk membuat korban merasa wajib membantu.

Fear Pressure

Ancaman akun diblokir, dana hilang, atau keluarga terluka digunakan untuk mendorong kepatuhan cepat.

Isolation Tactics

Korban diminta merahasiakan situasi agar tidak mendapat perspektif eksternal yang bisa menghentikan scam.

Trust Exploitation

Identitas orang dekat atau institusi resmi ditiru untuk menurunkan kewaspadaan dan mempercepat keputusan.

TrustLens Intelligence

Cara TrustLens Bekerja

Penjelasan ini bersifat tingkat tinggi dan ramah pengguna. TrustLens tidak mengekspos rahasia backend, prompt internal, atau kunci API.

OCR Extraction

Screenshot percakapan diubah menjadi teks yang dapat dianalisis tanpa mengubah alur OCR yang sudah berjalan.

Analisis Risiko

Model membaca konteks, nada, pola permintaan, dan indikator social engineering untuk menyusun ringkasan risiko.

Emotional Meter

Tekanan emosi seperti takut, urgensi, eksploitasi kepercayaan, dan isolasi dipresentasikan agar mudah dipahami.

Threat Heatmap

Bagian percakapan yang paling berisiko disorot sehingga pengguna dapat melihat kalimat pemicu ancaman.

Behavioral Timeline

Perubahan taktik dari pendekatan lembut ke tekanan tinggi dapat dipahami sebagai rangkaian perilaku.

Confidence Analysis

Tingkat keyakinan membantu pengguna membaca seberapa kuat sinyal yang ditemukan AI dalam percakapan.

TrustLens Intelligence

Rekomendasi Keselamatan

Gunakan prinsip ini sebelum mengirim uang, data pribadi, OTP, dokumen, atau akses akun.

Jangan transfer uang ketika percakapan membuat Anda panik atau merasa dikejar waktu.
Verifikasi identitas melalui kanal terpisah: telepon nomor lama, hubungi keluarga, atau cek aplikasi resmi.
Waspadai permintaan rahasia, larangan bertanya, atau instruksi untuk tidak menghubungi siapa pun.
Jangan klik link login dari chat; ketik alamat situs resmi secara manual di browser.
Simpan screenshot, nomor, link, dan bukti transaksi untuk pelaporan jika dibutuhkan.
TrustLens Intelligence

Pertanyaan Umum

Jawaban singkat tentang akurasi, privasi, bahasa, dan cara membaca hasil TrustLens.

Apakah TrustLens akurat?

TrustLens membaca pola risiko dengan AI, tetapi keputusan akhir tetap perlu verifikasi manusia dan bukti tambahan.

Apakah data saya disimpan?

TrustLens dirancang dengan pendekatan privasi tinggi. Hasil riwayat scan disimpan lokal di perangkat untuk pengalaman pengguna.

Apakah TrustLens mendukung bahasa Indonesia?

Ya. Antarmuka, scan, dan halaman edukasi ini mendukung bahasa Indonesia dan Inggris tanpa output campuran.

Bagaimana analisis TrustLens bekerja?

TrustLens menganalisis teks percakapan, konteks, sinyal manipulasi, dan indikator phishing untuk memberi ringkasan risiko.

Bisakah scammer memanipulasi emosi?

Ya. Banyak scam modern menargetkan emosi seperti takut, cinta, panik, rasa bersalah, dan kepercayaan.