Unggah screenshot atau tempel percakapan
Gunakan screenshot chat dari aplikasi pesan atau masukkan teks percakapan secara langsung.
Panduan ringkas untuk memakai TrustLens, membaca psikologi scam, dan mengambil keputusan lebih aman sebelum merespons.
06
Tipe scam utama
AI
Analisis perilaku
ID/EN
Dukungan bahasa
Alur penggunaan dibuat sederhana: masukkan bukti percakapan, biarkan AI membaca sinyal risiko, lalu gunakan rekomendasi untuk bertindak aman.
Gunakan screenshot chat dari aplikasi pesan atau masukkan teks percakapan secara langsung.
TrustLens mengekstrak konteks dan membaca pola bahasa yang sering muncul dalam rekayasa sosial.
Lihat kategori scam, probabilitas risiko, dan alasan utama mengapa percakapan terlihat berbahaya.
Pahami tekanan rasa takut, urgensi, isolasi, dan eksploitasi kepercayaan yang digunakan pelaku.
Verifikasi identitas, hentikan transfer impulsif, dan simpan bukti sebelum melanjutkan respons.
Kenali pola paling umum yang muncul dalam percakapan scam sehari-hari.
Pelaku membangun kedekatan emosional sebelum meminta uang, hadiah, atau bantuan darurat.
Tactics
Love bombing, janji masa depan, cerita sakit atau perjalanan tertahan.
Warning signs
Hubungan bergerak terlalu cepat, menghindari video call, meminta transfer bertahap.
Psychology
Keterikatan, rasa kasihan, dan rasa bersalah.
Penipuan jual-beli dengan bukti transfer palsu, link escrow palsu, atau tekanan transaksi cepat.
Tactics
Diskon ekstrem, chat dipindahkan ke luar platform, klaim pembayaran tertahan.
Warning signs
Akun baru, bukti pembayaran janggal, meminta OTP atau biaya tambahan.
Psychology
FOMO, kelangkaan palsu, dan tekanan waktu.
Skema investasi palsu yang menjanjikan cuan besar dengan risiko kecil atau tanpa risiko.
Tactics
Testimoni palsu, dashboard profit rekayasa, ajakan top-up untuk mencairkan dana.
Warning signs
Return tidak realistis, tidak ada izin jelas, menolak audit atau penarikan dana.
Psychology
Keserakahan, FOMO, dan validasi sosial palsu.
Korban diarahkan ke situs atau formulir palsu untuk mencuri password, OTP, atau data kartu.
Tactics
Domain mirip, pesan akun terblokir, link verifikasi mendesak.
Warning signs
URL aneh, grammar buruk, meminta kredensial sensitif.
Psychology
Ketakutan kehilangan akses dan rasa wajib patuh.
Pelaku menyamar sedang berada dalam kondisi krisis agar korban mengirim uang tanpa berpikir panjang.
Tactics
Cerita rumah sakit, kecelakaan, nomor baru keluarga, larangan memberi tahu orang lain.
Warning signs
Permintaan rahasia, transfer sangat cepat, menolak panggilan atau verifikasi ulang.
Psychology
Panik, rasa bersalah, dan isolasi korban.
Pelaku meniru teman, keluarga, brand, kurir, bank, atau instansi resmi untuk mendapatkan kepercayaan.
Tactics
Menggunakan logo, nama jabatan, nomor baru, atau gaya otoritatif.
Warning signs
Nada tidak konsisten, identitas sulit diverifikasi, meminta uang atau data sensitif.
Psychology
Otoritas palsu dan eksploitasi hubungan tepercaya.
Banyak scam berhasil bukan karena teknologinya canggih, tetapi karena pelaku memahami cara menekan emosi manusia.
Pelaku menciptakan batas waktu palsu agar korban tidak sempat membandingkan fakta atau bertanya kepada orang lain.
Rasa cinta, empati, malu, atau bersalah dipakai untuk membuat korban merasa wajib membantu.
Ancaman akun diblokir, dana hilang, atau keluarga terluka digunakan untuk mendorong kepatuhan cepat.
Korban diminta merahasiakan situasi agar tidak mendapat perspektif eksternal yang bisa menghentikan scam.
Identitas orang dekat atau institusi resmi ditiru untuk menurunkan kewaspadaan dan mempercepat keputusan.
Penjelasan ini bersifat tingkat tinggi dan ramah pengguna. TrustLens tidak mengekspos rahasia backend, prompt internal, atau kunci API.
Screenshot percakapan diubah menjadi teks yang dapat dianalisis tanpa mengubah alur OCR yang sudah berjalan.
Model membaca konteks, nada, pola permintaan, dan indikator social engineering untuk menyusun ringkasan risiko.
Tekanan emosi seperti takut, urgensi, eksploitasi kepercayaan, dan isolasi dipresentasikan agar mudah dipahami.
Bagian percakapan yang paling berisiko disorot sehingga pengguna dapat melihat kalimat pemicu ancaman.
Perubahan taktik dari pendekatan lembut ke tekanan tinggi dapat dipahami sebagai rangkaian perilaku.
Tingkat keyakinan membantu pengguna membaca seberapa kuat sinyal yang ditemukan AI dalam percakapan.
Gunakan prinsip ini sebelum mengirim uang, data pribadi, OTP, dokumen, atau akses akun.
Jawaban singkat tentang akurasi, privasi, bahasa, dan cara membaca hasil TrustLens.
TrustLens membaca pola risiko dengan AI, tetapi keputusan akhir tetap perlu verifikasi manusia dan bukti tambahan.
TrustLens dirancang dengan pendekatan privasi tinggi. Hasil riwayat scan disimpan lokal di perangkat untuk pengalaman pengguna.
Ya. Antarmuka, scan, dan halaman edukasi ini mendukung bahasa Indonesia dan Inggris tanpa output campuran.
TrustLens menganalisis teks percakapan, konteks, sinyal manipulasi, dan indikator phishing untuk memberi ringkasan risiko.
Ya. Banyak scam modern menargetkan emosi seperti takut, cinta, panik, rasa bersalah, dan kepercayaan.